“Even when empire rise and fall, just keep working”

#repost 

MUSLIMAH NEGARAWAN channel:

Even when Empire Rise and Fall, just Keep Working
Oleh : Ayu Paranitha
Setiap orang pasti pernah ngerasa down, terutama saat punya keinginan tapi nggak kesampaian atau saat melihat teman main kita nampak lebih sukses dibandingkan kita, padahal kalau ingat waktu kuliah dulu yang ngajarin doi ya kita-kita juga.. hehe.. atau saat orang lain mencibir kita, “lulusan kampus anu kok kerjanya cuma anu” (ga perlu saya detaili ya, kan bisa paham sendiri :D). Kita jadi depresi karena cita-cita yang ga kesampaian, ekspektasi yang tidak terealisasi, atau mimpi-mimpi yang juga ga terwujud. Dan ini jadi mengingatkan saya akan firman Allah di surat Al-Isra ayat 83-84. Allah swt mengingatkan kita tentang kekurangan manusia saat mengalami dua hal: (1) saat kebaikan menghampirinya dan (2) saat penderitaan menimpanya. Allah swt berfirman
وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الإنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا
“wa idza” dan jika “an’amna” kami berikan nikmat “alal insan” atas manusia “a’rodlo” berpalinglah ia “wa na a bijaanibih” dan membelakanginya dengan sombong. Gambaran dari “wa na a bijaanibih” itu seperti orang yang menganggap remeh dan receh atas sesuatu. Atau di ayat lain (QS. Yunus: 12) Allah memberikan gambaran tentang bagaimana kenikmatan kadang membuat kita berpaling dari ketaatan kepada Allah tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah ber­doa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.
Ya.. manusia itu benar-benar makhluk pelupa dan seringkali tidak pandai bersyukur 
Sebaliknya, “wa idza” dan jika “massahu” menimpanya “syar” keburukan “kaana ya’usaa” dia menjadi sangat berputus asa. Dan by the way kata يَئُوسًا dalam Bahasa arab menggambarkan kondisi putus asa yang ekstrim (bentuk normalnya adalah يَأَس). Saat senang kita pikir semua kebaikan berasal dari diri kita sendiri, saat menderita kita salahkan Allah atas keburukan yang menimpa kita. Padahal ada yang menarik dari kata yang Allah pilih dari ayat ini, saat Allah sebutkan kata nikmat, Allah gunakan kata “an’amna” (ada kata ganti “kami” yang tertulis disana) sehingga diartikan saat kami (Allah) melimpahkan nikmat “alal insaan” pada manusia, sedangkan saat Allah menyebutkan keburukan, Allah gunakan kata “massahu syar” yang diartikan menjadi saat keburukan menimpanya, Allah menghilangkan kata ganti “kami” disana, seolah-olah Allah mengatakan kebaikan itu berasal dari Allah sedangkan keburukan bukan berasal dariNya.
Kita tentu saja menyadari bahwa apapun yang menimpa kita, entah itu kebaikan atau keburukan pada dasarnya keduanya datang dari Allah. Sesuatu yang buruk yang menimpa kita belum tentu itu buruk bagi kita, kadang kita ga sadar ada kebaikan yang tersimpan di dalamnya. Pernah terbayang? andai dulu saudara nabi Yusuf as tidak berusaha untuk membunuh beliau, mungkin beliau tidak akan dijual di pasar budak, tidak dibeli oleh pembesar mesir, tidak masuk ke dalam penjara, tidak menafsirkan mimpi sang raja, dan akhirnya tidak akan menjadi pembesar di negeri Mesir? Pernah denger istilah blessing in disguise? Awalnya kita pikir buruk ternyata malah mendatangkan kebaikan buat kita.
Allah mengajarkan kita tentang adab, walaupun kita tau bahwa baik atau buruk berasal dari Allah tidak berarti kita mengatakan demikian. Ada saja orang-orang yang lemah imannya yang terus menyalahkan Allah atas keburukan-keburukan yang menimpanya dan akhirnya membuatnya berputus asa dari rahmat Allah. Kita tentu saja tau apapun yang menimpa kita di dunia entah itu bahagia atau sengsara semuanya hanya sementara, kadang kita senang kadang kita sedih, kadang kita ada di atas kadang ada di bawah. Sometimes we have good day and sometimes we have bad day, but that’s all part of our story, we just have to keep going.
Lalu Allah mengatakan di ayat selanjutnya
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَى سَبِيلا
“qul” katakanlah “kullun” setiap orang “ya’malu” beramal “ala syaakilatih” menurut keadaannya masing-masing. Allah swt sudah mengabarkan pada kita bahwa setiap orang adalah unik. Setiap dari kita mendapatkan porsi rizki dan ujian yang berbeda-beda. Ada orang-orang yang suka dengan sains, ada yang menyukai seni, sejarah, marketing, atau yang lainnya. Ada orang-orang yang Allah uji dengan harta, kesehatan, atau orang-orang di sekelilingnya, atau mungkin dengan akademiknya, atau yang lainnya. Bahkan mungkin ada juga orang-orang yang tidak punya determinasi dalam hidup, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, lalu ia meminta saran pada orang lain. Tapi percaya deh kalau seseorang meminta saran pada 100 orang maka ia akan mendapat 100 pendapat. Kita harus sadar kalau setiap orang itu unik! Kita bisa minta pendapat dari orang lain tapi kita yang harus menentukan apa yang kita inginkan. Allah sudah memberi kita petunjuk, “ya’malu” bekerjalah, berbuatlah, “ala syaakilatih” berdasarkan keahlian kita. Lalu apa keahlian kita? Apa potensi kita? Apa talenta kita? Believe me, we will not know who we are until we work! Kita ga pernah tau kita ini punya potensi apa kalau kita hanya duduk, berdiam diri, dan menunggu hingga mengalami demensia -_- kita harus berani mencoba sesuatu dan gagal adalah resiko. Memangnya ada orang sukses yang nggak pernah gagal? Kita seharusnya khawatir, kalau kita tidak pernah gagal dalam hidup jangan-jangan kita tidak pernah mencoba apapun. Nothing come easy, behind any success are hours of plain hard work.
Lalu Allah menutup ayat ke 84 dengan “fa robbukum a’lamu” dan Tuhanmu mengetahui “biman huwa ahda sabiila” terhadap siapa saja yang lebih benar jalannya. Allah tidak menggunakan huruf alif dan lam pada kata sabiila, Allah menunjukkan pada kita bahwa setiap dari kita memiliki jalan masing-masing. Jadi, tidak perlu mengharapkan sesuatu yang ada pada orang lain. Atau kalau orang bilang, “Everyone is running their own race in their own time zone. Don’t envy or mock them. They are in their own time zone and you are in yours“. Allah telah membuat setiap dari kita istimewa dengan “syaakilat” kita, jadi sudah seharusnya yang menjadi tugas kita sekarang adalah bekerja untuk mengetahui identitas kita, potensi kita, kelebihan kita. Allah pun telah mengajari kita (Al-Imran:159) “fa idza ‘azamta fatawakkal ‘alallah” maka jika kita telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Tidak ada hal yang sulit jika Allah menghendaki kemudahan bagi kita. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah telah menakdirkannya untuk kita.
Dan satu hal lagi, saat kita menjadikan keridoan Allah sebagai standar, kita tidak akan terlalu mengkhawatirkan penghargaan dari manusia. Setiap orang akan melalui jalannya masing-masing, tidak berarti bahwa manusia terbaik itu adalah dari lulusan kampus anu dengan pekerjaan anu, lalu kita menganggap rendah pekerjaan kasar seperti buruh atau pelayan toko. Coba kita lihat bagaimana barisan kaum muslimin saat solat, kita ga pernah kan cek pekerjaan atau berapa besar gaji seseorang saat kita berdiri dalam barisan salat? :”>
{Anggota Divisi Kajian Keumatan IMuNe}

Advertisements

Waspadai Narasi Sesat yang Mengaburkan “Siapa Teroris Sebenarnya” dalam Tragedi Rohingya 
oleh: Fika Komara

Belakangan ini, ada beberapa narasi menyesatkan sengaja dibangun tentang krisis Rohingya, yang mencoba mengkambinghitamkan apa yang mereka sebut sebagai kelompok teroris Islam yaitu ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) atau tantara penyelamatan Rohingya Arakan. Itulah kenapa Kapolri Tito Karnavian menawarkan kepolisian Myanmar kerjasama training penanggulangan terorisme dan pelatihan HAM, saat KTT ASEAN National Police ke 37 di Singapura 12-14 September lalu. 
Selain itu juga ada narasi yang memperingatkan potensi jaringan teroris yang lebih besar, seperti pernyataan Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Hishammuddin yang mengatakan pendukung ISIS berusaha mengeksploitasi penganiayaan minoritas Muslim Rohingya. Ia memperingatkan bahwa ISIL / ISIS, yang telah berusaha untuk membangun pijakan yang lebih besar di Asia Tenggara, dapat memanfaatkan krisis saat ini untuk merekrut anggota komunitas Rohingya yang ditinggalkan “rentan dan tanpa pilihan.” Ujarnya seperti dilansir New Straits Times pada 12/9.
Peter Mumford, kepala konsultan politik Eurasia Grup juga menjelaskan bahwa kelompok garis keras di Indonesia, negeri Muslim terbesar, sedang menggunakan krisis Myanmar untuk memainkan sentiment agama dalam perpolitikan domestik. Yakni kelompok yang sama yang mengorganisasikan demonstrasi massal melawan mantan gubernur Jakarta Ahok awal tahun ini – sekarang juga memimpin aksi massa pro- Rohingya pada 7 September lalu yang menyerukan Jihad melawan kelompok Budha Myanmar. Ada kekhawatiran situasi di Rakhine “akan menarik lebih banyak ekstremis Islam dari tempat lain di Asia Tenggara, dan sekitarnya, untuk mendukung perjuangan mereka,” kata Mumford pada CNBC News pada tanggal 13/9.
Komentar:

Narasi menyesatkan yang belakangan muncul menyalahkan reaksi umat juga kelompok milisi jihad Islam ini menunjukkan kepanikan melihat reaksi umat Islam dan ketidakjernihan dalam melihat sejarah dan akar konflik di Arakan. Hal ini jelas mengaburkan siapa teroris sebenarnya dari krisis Rohingya. Siapa teroris itu?
Jelas, Myanmar adalah teroris sebenarnya, teroris negara yang telah merebut tanah Islam Arakan yang kaya, berkolaborasi dengan kekuatan kelompok Budha radikal dan dukungan bisu Aung San Suu Kyi di dalam negeri, lalu berkomplot dengan China dan Israel di luar negeri, juga berselingkuh dengan korporasi Kapitalis untuk mengeruk kekayaan di Rakhine state. Ya Myanmar dan seluruh konfigurasi kekuatan di belakangnya adalah negara penjajah dan teroris.
Terorisme yang dilakukan Myanmar adalah teror konstitusional, bermula dari UU kewarganegaraan tahun 1982, dimana UU tersebut mencabut hak kewarganegaraan Rohingya. Inilah kejahatan konstitusional Myanmar yang kemudian didukung oleh agresi junta militernya, kelompok Budha radikal yang menyebarkan xenophobia, serta bisu dan tulinya sang pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi terhadap genosida dan ethnic cleansing Rohingya.
Anehnya sedikit sekali penguasa Muslim yang bernyali melabeli Myanmar sebagai negara teroris, bahkan belum ada menyeretnya ke mahkamah internasional, apalagi mengirimkan pasukan militer untuk membalasnya. Padahal ini pangkal masalahnya. Namun justru dengan mudahnya pembesar-pembesar rezim itu menuding kelompok jihad defensif seperti ARSA yang berjihad membela darah, tanah, dan kehormatan mereka sebagai Muslim. Para pemimpin itu juga dengan ringannya mengkaitkan krisis Rohingya dengan potensi keterlibatan kelompok kriminal ISIS yang telah menodai Islam, Jihad dan Khilafah. 
Rezim ekonomi ASEAN telah lama bisu karena prinsip non-interference yang mencegah negara-negara ASEAN mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Penguasa Muslim di Malaysia dan Indonesia tidak berdaya kecuali sekedar menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menyediakan kamp-kamp pengungsian sementara, namun juga tak mau memberikan kewarganegaraan penuh pada pengungsi Rohingya. Pengungsi Rohingya bisa bertahan hanya karena ketulusan rakyat Muslim di Malaysia dan Indonesia yang menolong mereka sesuai kemampuannya. 
Lalu apa yang bisa diharapkan dari sistem negara bangsa yang menghambat ratusan juta Muslim menolong saudaranya sendiri? Apa pula yang bisa kita harapkan dari rezim ASEAN yang menempatkan perhitungan ekonomi di atas kemanusiaan? Apa yang bisa diharapkan dari tata dunia yang penuh standar ganda terhadap umat Islam? Apa yang bisa kita harapkan dari tata dunia yang terus melindungi rezim predator Myanmar?
Daripada berkonfrontasi dengan Myanmar, rupanya lebih mudah bagi rezim-rezim sekuler itu menyalahkan kemarahan umat Islam. Daripada menyelesaikan krisis Rohingya, lebih mudah bagi mereka menghadang gelombang kebangkitan Islam. Lidah mereka lebih ringan melabeli umat Islam teroris daripada membalas kejahatan teroris sebenarnya Myanmar!
Wahai kaum Muslim yang tulus membantu Rohingya, krisis ini harus segera diakhiri, karena itu saatnya bagi kita mengakhiri harapan kita terhadap para penguasa dari rezim sekuler ini! Ingatlah Allah (swt) berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali Imran[3]: 118)

krisis Rohingya : masalah agama & ideologi Islam

MUSLIMAH NEGARAWAN channel:

Krisis Muslim #Rohingya jelas merupakan masalah #Agama dan Ideologi #Islam
Bagi mereka yang berpandangan bahwa isu Rohingya di Myanmar bukanlah masalah agama atau jangan kaitkan dengan masalah agama, atau argumen lainnya… Berarti belum memahami pemikiran politik Islam juga fakta sejarah Rohingya
Ada dua bantahan yang ingin saya kemukakan disini:
1. Tugas konstitusional negara dalam pandangan Islam adalah menjaga darah, harta, kehormatan warga negaranya, serta mempertahankan tanah Islam. Jadi masalah nyawa Muslim Rohingya yakni tertumpahnya darah Muslim adalah JELAS masalah Islam, masalah agama. Apalagi akar konflik Rohingya di Myanmar adalah UU kewarganegaraan Myanmar tahun 1982 yang tidak mengakui Rohingya sebagai warganegara! Ini jelas isu agama, rasial dan diskriminatif.
2. Masalah perebutan pengaruh kuasa adidaya, Geopolitik energi, akses sumberdaya alam di Rakhine state ; ini semua adalah juga masalah agama! Dalam pemikiran politik Islam tugas negara adalah menjaga independensinya dalam mengelola sumberdaya alam, mengurusi rakyatnya, dan memiliki kedaulatan politik dan ekonomi.  Adalah terlarang bagi negara berkolaborasi dg negara-negara kafir harbi fi’lan seperti China, Inggris dan AS apalagi sampai mengorbankan nyawa Muslim.
===
Namun apa dikata, realitasnya Myanmar memang bukan negara Islam, ia bahkan merebut tanah Islam yang kaya yakni Rakhine State berkoalisi dengan kekuatan kelompok Budha radikal dan dukungan junta militer di dalam negeri, lalu berkomplot dengan China di luar negeri, juga berselingkuh dengan korporasi Kapitalis untuk sumberdaya alamnya. Ya Myanmar dan seluruh konfigurasi kekuatan di belakangnya adalah negara penjajah yang harus dihadapi oleh kekuatan negara. 
Hari ini pemikiran politik Islam memang teramat jauh (baca: sengaja dijauhkan bahkan dimonsterisasi) dari umat dan panggung dunia. Karena itulah umat selalu berada di bawah, diinjak-injak, dan selalu menjadi korban dari pertarungan Geopolitik, bahkan korban dari konstitusi negara (seperti kasus Rohingya).
Persis seperti gambaran hadits nabi : Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud)
Ya, saat ini Muslim Rohingya seperti hidangan yang disantap oleh kekuatan jahat berlapis. Ya, kejahatan berlapis. Karena Muslim Rohingya harus berhadapan dengan kejahatan konstitusi negara kafir Myanmar, dan kejahatan China, Barat, termasuk kejahatan korporasi Kapitalis! Hari ini, seharusnya wacana Khilafah semakin menemukan relevansinya untuk saudara2ku Rohingya.
#SaveRohingyawithKhilafah

Ukhtukum
Fika Komara

@muslimah_negarawan

Petik pelajaran dari Rohingya

MUSLIMAH NEGARAWAN channel:

Petiklah pelajaran wahai jiwa yang beriman! Tragedi saudara kita Muslim #Rohingya seharusnya membukakan mata kita, apakah paham kebangsaan itu manusiawi? Apakah nasionalisme itu memanusiakan manusia? 

Atau justru sebaliknya?


Jangankan manusia, saudara seMuslim pun dihinakan hanya karena berbeda warganegara, hanya karena berbeda bangsa. Pantas saja dalam haditsnya Rasulullah saw mencela ‘ashobiyah, mencela paham kebangsaan


Krisis Rohingya sudah kronis, menahun tanpa ada solusi signifikan dari dunia Islam. Negara bangsa Muslim seperti terpenjara dengan sekat sekat itu dan selalu mengutamakan ego “kepentingan nasional”nya di  atas kepentingan kemanusiaan dan agama. Muslim Rohingya dibiarkan “stateless” bertahun tahun. Bangladesh, Malaysia dan Indonesia hanya “sudi” menampung mereka di tempat-tempat pengungsian sementara. Astaghfirullah, sampai kapan kisah pilu ini diputar?!!


Lalu apalagi yang bisa kita harapkan pada sistem negara bangsa ini? Manusia saja dihinakan apalagi agama. Sistem warisan Westphalia Barat sekuler yang kian hari kian menunjukkan kelemahannya. Bahkan pemikir seperti Konichi Ohmae pun menyatakan the End of Nation State, karena sudah tak relevan dengan era borderless hari ini


Sesungguhnya tidak ada ikatan terkuat selain tali agama Allah, tidak ada yang semulia ikatan #ukhuwah Islam bagi Umat Muhammad Saw. Sadarilah wahai jiwa beriman!


Ukhtukum

Fika Komara @muslimah_negarawan

Menatap Masa Depan (ibrah dr kisah nabi Nuh as)

MUSLIMAH NEGARAWAN channel:

Menatap Masa Depan 

[pelajaran dari doa Nabi Nuh a.s]
Ada ungkapan dalam bahasa Inggris mengatakan, yesterday is a history, today is a gift (present) and future is a mistery – kemarin adalah sejarah, hari ini adalah karunia (hadiah) sementara masa depan adalah misteri.
Ya saya setuju, masa depan adalah misteri dan hal ghaib bagi seorang #Muslim. Dalam kehidupan dunia, orang beriman akan mengarungi perjalanan usianya dengan penuh sabar dan syukur di masa kini, instrospektif terhadap masa lalunya, namun selalu yakin dan optimis terhadap masa depannya. Ia terus menyalakan imannya terhadap qadla dan qadar, sembari terus berikhtiar dengan tekad, azzam, doa dan cita-cita. Ya, doa kepada Allah SWT – Dzat Maha Ghaib adalah kekuatan kita menghadapi masa depan, bahkan disebutkan bahwa doa mampu mengubah takdir.
Maka adalah wajar orang beriman dengan iman yang produktif akan menjelma menjadi sosok yang optimis dan visioner. Pandangannya jauh ke depan, ia melihat apa yang ia yakini, bukan meyakini apa yang ia lihat.
Kehidupan dunia bagi seorang Mukmin adalah #kendaraan menuju #Akhirat, sebaik-baik tempat dan rumah kembali. Karena itu dunia pun harus kita kondisikan sebagai kendaraan yang baik dan kuat agar bisa sampai pada pelabuhan terakhir di Akhirat.
Kita perlu terus memaknai setiap fase perjalanan hidup di dunia agar selalu dalam koridor takwa. Perpindahan fase usia dan bertambahnya tanggungjawab harus selalu dalam kerangka visi hidup akhirat.
Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari pelayaran panjang Nabi Nuh dengan bahteranya, dengan doanya yang diabadikan dalam Quran:
رَّبِّ أَنزِلۡنِي مُنزَلٗا مُّبَارَكٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡمُنزِلِينَ
“…Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.” (Qs. Al-Mu’minun: 29)
Nabi Nuh AS berlayar dalam waktu yang sangat lama beserta seluruh umatnya yang selamat dari air bah. Kemudian saat air bah mulai surut, kapal pun menepi di suatu tempat. Karena bagi Nabi Nuh AS tempat ini masih #misteri baginya, maka kemudian ia berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar tempatnya berlabuh ini adalah tempat yang aman, baik dan diberkati. Subhanallah

Allah mengatakan dalam Surah Huud (11):48, Dikatakan kepada Nuh, “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu…” Di tanah baru itulah, pengikut Nabi Nuh kemudian hidup dengan selamat dan damai, lalu berkembang dengan jumlah yang banyak. Masya Allah
Wahai Muslimah, ayo hadapi masa depanmu dengan rangkaian visi dunia akhirat disertai doa. Namun bukan hanya masa depanmu sendiri, tapi juga MASA DEPAN UMATmu… #UmatMuhammadSaw
Dalam dimensi komunal kita sebagai umat Islam, kendaraan terbaik di dunia adalah kehidupan Islam dalam naungan Syari’at yang kaffah. Ya, peradaban Islam adalah masa depan kita. Sebuah peradaban yang harus kita upayakan bahkan perjuangkan dalam kehidupan dunia ini. Melanjutkan kembali kehidupan Islam yakni Khilafah, adalah masa depan terbaik di alam dunia ini menuju kehidupan akhirat nan abadi

Ukhtukum

Fika Komara @Muslimah_negarawan
#MuslimahVisioner #empoweredMuslimah #bervisiakhirat #bervisibesar

“the real & Sok pancasilais”

🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃

                  *TAHUKAH KAMU?*

🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃
*Pancasila telah lahir sejak 1500 tahun yg lalu*
*PANCASILA*
*1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (Qs al ikhlash:1)*
*2. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah (Qs. An Nisa:135)*
*3. Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (Qs. Al Hujurot:13)*
*4. sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; (Qs. Asy Syuro:38)*
*5. Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,  (Qs. An Nahl:90)*
Jadi jangan ajarkan kami Pancasila, karena kamilah umat Islam yg menciptakan  Pancasila 
🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃

                         *AKU ISLAM*

                    *AKU PANCASILA *

                    *AKU INDONESIA*

🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃🌼🍃

Dan sekarang, pancasila diklaim sepihak oleh orang2 yg justru sikapnya  bertentangan dg sikap pancasilais :

– menjual aset bumn, 

– membiarkan gerakan separatis opm, minahasa merdeka

– lgbt dilindungi

– pki dibiarkan

– ulama dan ormas islam dikriminalkan

– dll…dll..

Dear muslim in Paris

Dear Muslim in Paris .. Sayu hati mendengar suara Azan yg lantang dan nyaring di salah satu jalan di sudut Kota Paris, karena Muslim disana di usir dari Masjidnya, mereka tegar , sabar dan  tak goyang Iman mereka, shalat berjamaah di jalam dgn pengawalan ketat aparat bersenjata, Wahai saudaraku kalau iman kalian masih lemah , masih malas … lihatlah saudara2 kita yg masih kuat diatas ujian ini. Perlahan butiran airmata saya jatuh lagi :'(:'(:'(:'(
Clichy adalah sebuah area di dekat kota Paris, disana kira2 komunitas muslimnya lebih dari 20.000 org tapi krna Di usir dari Masjid dan ditutup masjidnya, unt dijadikan perustakaan negara, mereka tdk menyerah shalat di jalanan, begitulah muslim2 di paris mmng kuat dan tegar, banyak cobaan yg mereka hadapi Allahul musta’an, Allahumma Bariklahum , Allahu Yahfadzkum Aamiiin , semoga Mereka dan semua Muslim selalu ada dalam penjagaan Allah swt Aamiin. 
******************************

Kronologi peristiwa ini : 
Clichy satu area dekat Paris, ada lebih dari 20.000 muslim dulu  bangunan  itu disewakan pada  Muslim untuk dijadikan Masjid jd  muslim2 disana bisa shalat berjamaah 
Tapi setelah kebijakannya berbeda pejabat disana menjanjikan kalau bangunan itu nanti boleh disewa lagi, dan bahkan boleh dibeli  oleh komunitas muslim … tapi janji tinggal janji , pemerintah tdk akan memperpanjang lagi sewa bangunan  itu pd mereka , dan menutup paksa masjid ini, yg  akan segera membangun Perpustakaan disana 
Muslim disana juga dikasih bangunan yg jauuuuuuuh dari lokasi tapi menurut mereka itu tdk layak tempat jauuuuuh sekali dari akses tranport umum dan sangat kecil unt shalat tdk cukup menampung jamaah yg jumlahnya puluhan ribu 
Wallahu alam bis shawwab itu yg saya baca dari jurnal paris
***************************

Hamid Kazed, the president of the UAMC, said: “We have nothing against Mr Muzeau and we have nothing against the new library. But there are 20,000 Muslims in Clichy-sous-Bois, and all they need is somewhere to pray. We need a large mosque with room for all worshippers.” 
Mr Kazed also claims that the former Clichy-sous-Bois mayor, Socialist Gilles Catoire, told UAMC chiefs in 2013 that they would be able to buy the multi-purpose building once their lease had come to an end. 
But Mr Catoire’s promise was never fulfilled and, instead, his successor chose to shut down the mosque, and to evict its Muslim tenants. 
Mr Muzeau, did, however, offer to convert another local building into a mosque: a building which, according to the UAMC, is “inappropriate, too far, and too small”. 
Source : http://www.express.co.uk/news/world/737461/Thousands-Muslims-protest-Paris-plans-turn-mosque-into-high-tech-library
**********************
Sumber  video : https://m.youtube.com/watch?v=YVpBwj7SMy4&feature=youtu.be